Traveler Kepepet

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 4 April jam 3 pagi saya dan suami memulai perjalanan dari rumah kami di Banjarbaru Kalsel menuju Samarinda Kaltim. Yihaaa……ini adalah our my first time to having long journey di tanah Borneo.
Suami saya sih udah pernah trip lewat darat dari Banjarbaru ke Samarinda, Sampit, Pangkalanbun bahkan ke Pontianak. Saya baru sekali ini. Bayangan saya…yihaaa…. “bolos” kerja. Hhahaa..meskipun sebenarnya saya ke Samarinda juga setengah kerja karena diminta untuk antar kendaraan inventaris cabang yang disana.
Dari rumah perjalanan sedikit tersendat karena kami harus cari ATM sebab lagi gak pegang uang cash sama sekali. Hihihi.. Udah gitu saya gak mandi tapi karena kedinginan sama AC mobil akhirnya suami harus rela berkali-kali belok ke SPBU untuk toilet time. Alhamdulillah banget lo hidup di Indonesia, SPBU ada toiletnya. Keinget pas di Bangkok kudu nahan pipis gegara macet dan gak ada SPBU yang sediain toilet !! Mampuss lu..hahhaa
Sampai di Kandangan sekitar setengah 6 masih sangat pagi. Azan subuh baru berkumandang. kami sempat mampir ke warung pinggir jalan untuk membeli beberapa botol minuman dan snack temen ngemil dijalan. Saya sempat ngomel-ngomel dijalan gegara lupa gak bawa bantal. Hahah…niatnya nemenin suami tapi malah ngomel pas gak bawa bantal. Istri durhaka 😀
Sekitar jam 8 pagi kami sampai di Kota Tanjung Kabupaten Tabalong dan sempat mampir juga di masjid agung Balangan ( daerah Paringin). Ni masjid gede banget, udah gitu kamar mandinya jauuuuuh dibelakang masjid yang terlihat masih baru dibangun. Sangking jauhnya, pas balik ke tempat mobil diparkir udah kerasa kebelet pipis lagi.lol

Didaerah ini pembangunan sangat pesat, jangan salah. Justru karena didaerah ini banyak pengusaha tambang batubara jadi sarana umum sepertinya sangat diperhatikan. Masjid, jalan, sekolah pada bagus-bagus semua. Ada hotel Aston juga disini. Sepertinya bintang 4 ni hotel. Letaknya juga cukup strategis didekat simpang 3 yang menuju ke 2 arah kota besar yang berbeda. Ke kanan menuju Panajam ke kiri arah Muara Teweh. Kami berbelok ke arah kanan. Setelah 1 jam perjalan dari pertigaan tersebut kami baru menemukan perbatasan Kalsel dengan kaltim, then the real journey is begin 😀
Perjalanan lumayan terasa berat dan menurut saya sih akhirnya bener-bener berat. Jalanan mulai lobang sana sini dan berkelok-kelok macam perpaduan jalan cadas pangeran (JABAR) dan Ngantang (JATIM). Udah gitu bukit jurang di kiri kanan jalan. Gak mungkin sopir selevel saya dipercaya buat nyetir sama suami, hah !

Jalan menuju ke Penajam
Jalan menuju ke Penajam

Pusing, mual, laper, gak ada pemandangan bagus plus gak ada warung yang “pantes” membuat saya memutuskan untuk ambil kamera DLSR yang sebelumnya duduk manis di jok tengah. Kalo dipake tidur malah gak bener nih >,< Apesnya lagi karena ini mobil baru saya lupa gak bawa flashdisk isi lagu ataupun koleksi MP3 dari rumah. Jadilah Abang Judika sampai capek nyanyi ratusan lagu untuk mengurangi rasa penat saya. [caption id="attachment_475" align="alignleft" width="300"]Melewati beberapa perkebunan kelapa sawit Melewati beberapa perkebunan kelapa sawit[/caption]
Sopir gue tercintaahh <3 Sopir gue tercintaahh <3[/caption] Maunya sih saya mendokumentasikan berapa jarak tempuh dan waktu selama perjalanan, tapi ada daya malas.... Mungkin untuk jarak tempuh bisa dilihat di www.tiket-info.blogspot.com Yang jelas sekitar jam 2 siang kami sudah sampai di pelabuhan Penajam. Next kita naik kapal feri tanpa harus mengantri. Hanya butuh sekitar 40 menit untuk menyeberang. itupun karena kapal feri nya very-very slow. Masih butuh waktu sekitar 3 jam menuju Samarinda. Perut keroncongan meski sudah diganjal sebungkus lemper dan kopi didalam feri tadi. Jadinya saya merengek pengen beli bakso 😀 Entah didaerah apa. saya menemukan masjid dengan gaya chinese yang unik. Suami sempet berfoto disana, lucu jadinya kita kayak di mana gitu. Sampai Samarinda udah menjelang magrib. Sudah terlihat senja dilangit dan lampu-lampu kota Samarinda mulai terlihat cantik dari seberang sungai Mahakam. Suamipun segera membawa saya ke guest house yang terletak didepan Big mall yang keihatan masih gress di jalan Untung Suropati untuk sejenak beristirahat. Apa aja yang saya lakukan di Samarinda ? See u next story !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *