Pantai Angsana

Tara….
Tanggal 17 Agustus kemarin mumpung libur total saya dan rombongan dari Jordan Bakery Banjarmasin berwisata ke pantai Angsana di Tanah Bumbu Kalimatan Selatan.
Pantai Angsana sebenarnya ngeboom sejak 2 tahun lalu kok, cuman karena jarak tempuh yang lumayan lama bikin saya maju mundur buat datang kesana. Pantai ini digadang-gadang memiliki view yang bagus dan alami karena masih banyak orang yang jarang kesana membuat anak-anak kantor dan karyawan lainnya sangat antusias (baca : maksa) kesana meski beberapa orang membatalkan karena yaa..alasan perjalanan yang ditempuh lumayan jauh itu. Yes, perlu waktu 4 jam untuk sampai kesana. Jadilah kita berangkat jam 03.23 early morning (rencana sebelumnya jam 3 udah harus berangkat, tapi apalah apalah jam karet khas manusia Indonesia ini).
Setelah melakukan perjalanan hampir 2 jam kami dan rombongan sempat singgah di masjid untuk sholat subuh dan toilet time. Saya ,suami dan anak sengaja mengendarai kendaraan sendiri karena bis full, jadinya saya sempat bobo cantik dimobil. Habis sholat subuh, suami mengeluh capek ingin istirahat tapi saya paksa untuk mempercayakan kendali mobil dikuasakan ke saya. Hehhee, dia kan selalu jadi komentator tiap saya pegang setir mobil, mirip komentator bola. Tapi pagi itu sampai melewati perbatasan Tanah Laut dan Tanah Bumbu beliau masih sukses ngorok. Pas kebelet pipis saya berhenti disebuah warung di suatu daerah entah apa namanya 😀 untuk numpang pipis, eh suami malah bangun dan ikut turun lalu menikmati secangkir kopi dan beberapa potong kue di warung itu. Sarapan tahap 1 !
Saya sempat bertanya seberapa jauh lagi Pantai Angsana dari tempat itu kepada pemilik warung yang rumahnya (kamar mandi terutama) bersiiih binggo meskipun rumah panggung dengan tembok dan lantai kayu. Pemilik warung itu menjawab sekitar setengah jam lagi, asyiiikkk (meski rada ragu beneran gak sih infonya).
Ternyata memang benar setengah jam dari warung itu kita sudah menemukan tulisan besar “Angsana 8 km”. Gubrak !!. Hahaha….
20150817_074713
Kami masuk sesuai dengan petunjuk arah tersebut, menyusuri rimbunan kebun sawit. Jalan yang sangat berdebu meski terlihat ada usaha perbaikan jalan, tapi setidaknya kalau pengendara sepeda motor yang datang kesini tanpa masker paru-parunya bakalan penuh debu 🙁
20150817_074106
Beberapa teman bilang jalan ini sudah termasuk cukup bagus dan layak (buktinya bis juga bisa masuk kan?). Pas awal-awal dulu belum banyak yang tau pantai ini, jalan masih sangat buruk kondisinya sehingga tidak dianjurkan perjalanan malam melewati daerah ini (rawan begal).
Oh ya, Pantai Angsana diambil dari nama daerah/kelurahan disini yaitu kelurahan Angsana.

Sampai pantai jam 08.40 pagi, dan disepanjang pantai sudah banyak bis dan mobil rombongan yang parkir. Sedihnya, sampah dimana-mana meenn…
Kemudian masih belum terlihat banyak campur tangan pemerintah dalam hal pelestarian atau pengelolaan daerah wisata ini. Makanya terlihat masih semrawut dan amburadul dan masuknya tanpa bayar alias gratisan guys.
Akses warung yang menyediakan tempat mandi bilasan, toilet, penginapan dengan harga 200K-500K juga mudah sekali ditemukan disini. Yang menarik mata pertama disana adalah anjungannya. Sepertinya keren kalau foto diujung anjungan. Tapi lagi-lagi musti kecewa karena anjungan kondisinya sudah jelek. Menakutkan berdiri diujung anjungan meski tau bahwa pantai dibawah anjungan sangat dangkal. Tapi kebayang sakitnya keles kalo musti jatoh dari situ belum termasuk malunya pula (sambil lirik barisan cowok-cowok keceh yang lagi selfie ria). Beuh !

Anjungan yang kalo di Instagram orang-orang keliatan bagus :D
Anjungan yang kalo di Instagram orang-orang keliatan bagus 😀

Banyak juga penyewa perahu karet (30K) atau banana boat (120K untuk 6 orang). Tapi saya memilih main basah-basahan doang, lagian airnya keruh ini.
Ditawari sih buat snorkling ke spot-spot yang ditawarkan penyewa perahu dan alat diving, tapi ombak hari itu kenceng. Beruntung kami menolak, karena beberapa hari kemudian pas udah sampai banjarmasin seorang teman yang kesana pada hari yang sama (tapi gak ketemuan 😀 ) bilang bahwa tour guide mereka melarang diving karena cuaca kurang bagus. Thanks God !
Rame-rame Taken by me
Rame-rame
Taken by me

Si papa loba gaya taken by me
Si papa loba gaya
taken by me

Jadilah kami cuman makan bareng (bawa bekal dari rumah), main bola, basah-basahan sampeeekkkkk bosen.
Untuk mandi bilas, kita dikenakan 5K per orang. Padahal saya sama cece mandi bareng di satu kamar mandi loh, tapi tetep aja bayar segitu 😛
Banana Boat Taken by me
Banana Boat
Taken by me

Jam 12 siang banyak anggota rombongan yang sudah menyelesaikan acara main mereka. Jadi kamipun bersiap untuk pulang. akhirnya kalau dihitung-hitung, lamaan dijalan daripada main dipantainya.
Ya sudah, daripada penasaran mendingan dicoba. Tahun depan 17 agustus kita dipabrik saja guys, bikin mainan panjat pinang saja !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *