Jalan-jalan Ke Bangkok Part 5 (akhir)

Hari terakhir judulnya adalah City of Bangkok !
Karena kita tour perusahaan, hari terakhir kita dibagi kostum seragam. Ijo meen. Oh ya kunjungan kita kali ini adalah ke Wat Arun, ke Gem Factory, Istana Raja (Grand Palace), ke sebuah perusahaan pengolahan kulit (untuk tas, dompet, aksesoris, dll), dan terakhir adalah ke Platinum Mall.

wat arun temple
wat arun temple

Wat Arun adalah sebuah candi yang ketika kita kesana harus menyeberangi sungai menggunakan perahu. Candinya sih bagusan Borobudur kemana-mana, tapi selalu ada kelebihan dibalik kekurangan kan ? Candi ini memiliki tingkat kecuraman tangga yang tinggi. Saya phobia sama ketinggian jadi saya bagian potoin suami dan teman-teman lain saja. Hiks… Trus kerennya lagi di Wat Arun ada tempat belanja satu-satunya yang bisa menerima rupiah sebagai pembayarannya. Karena saya mikir ntar di Platinum saya mau belanja gila-gilaan jadilah di Wat Arun saya belanjain duit rupiah saya. Gantungan kunci untuk oleh-oleh murah disini. Isi 10 pcs ada yang hanya seharga 40 rb saja. Kalau dalam baht 100 (kurs saat itu 1 baht = 370 rupiah) tapi karena rupiah ya dibulatin aja jadi 40 rb. Saya beli beberapa gantungan kunci, tas ransel dari bahan songket dengan motif gajah buat si kembar dan saya sendiri (biar kembar 3), dan beberapa kaos untuk tambahan dari belanja sebelumnya pas perjalan pulang dari Pattaya. Saya sempet ketemu sama kucing ! Istri bos teriakin saya, eh Titip ini ada kucing. Kamu kan suka kucing. Hahaha..yep, kucing persian itu emang lucu tapi sedikit kotor karena dibiar berkeliaran bebas.???????????????????????????????
Setelah itu pas perjalan pulang dari Wat Arun saya lihat dipinggir sungai banyak ikan patin gede-gede. Mereka dikasih makan remahan roti yang dijual sama warga sekitar sungai situ. Kalau di Indonesia udah dijaring trus dimasak itu. Hahhaa
ikan di sungai wat arun
ikan di sungai wat arun

Habis menyeberang kembali ke parkir bis saya sempet nikung ke orang yang jualan delima. Habis delimanya merah merona menggoda. Bu Bos juga ikut-ikutan tertarik padahal tour guide sudah teriak-teriak untuk cepat naik bisa yang diparkir dipinggir jalan.
Sayangnya kita gak mampir di kuil yang ada patung budha tiduran panjaaaaang itu. Yaah..padahal saya mupeng pengen poto disitu 🙁
Ke Gems Factory saya sempet terpesona sama seragam petugasnya. Bagusnya pemerintah disini adalah mereka mewajibkan turis yang masuk ke Bangkok melalui travel agent negara mereka mengunjungi tempat wisata yang dikelola oleh negara. Gems Factory ini semacam pendulang batu permata yang dikembangkan secara modern. Ketika tour disini kita naik kereta dan disuguhi diorama yang menceritakan proses dan awal mula terjadinya bebatuan mulia juga proses industrinya. Kalau yang udah pernah main ke Trans Studio, mirip sama petualangan si Bolang. Ahaha..gak seru. Tapi jadi seru karena dalam rombongan kami ada yang sangat takut dengan gelap jadinya dibully oleh teman rombongan lain dengan jeritan ala mak lampir…iiiiihh..hihihihihi…aduuuh !
Di Gems Factory saya cuman numpang lewat aja di tokonya. Mahal mameen…lagian di Martapura deket rumah saya banyak juga kok kalau mau beli (kalau punya duit >,<) Times to Grand Palace. Wiiii..kita masuk rumah raja Thailand nih. Istna rajanya sama sih kayak keraton Yogjakarta gitu. Aturannya masuk kesini gak boleh pake sendal jepit dan harus pakai pakaian yang sopan. Jadi celana pendek dan tanktop dilarang masuk. Didalam Grand Palace ada sebuah kuil Budha yang semuanya terbuat dari emas. Kalau masuk kedalam harus lepas alasa kaki dan tidak boleh menggunakan kamera. Saya sih masuk, suasana hening karena yang masuk kesana kebanyakan untuk sembahyan. Saya sempet ditegur oleh salah satu pengunjung yang membawa bunga untuk sembahyang untuk melepas topi. Upps...maaf lupa. Tapi saya sempat foto dibagian luarnya 🙂 Cuaca panas hari itu, dan saya lupa gak pakai sunblock ! Perfect -_- [caption id="attachment_447" align="alignleft" width="300"]Grand Palace Thailand Grand Palace Thailand[/caption]
Ketempat pengolahan kulit saya juga tidak ada minat untuk masuk, hanya turun dari bus untuk ke toilet saja. Habisnya harganya gila-gilaan. Tas ada yang seharga 12 jeti padahal modelnya ya gitu-gitu aja.
Next kita makan siang dan lanjut ke Platinum Mall. Belanjaaa….
Sangking ruwetnya saya malah bingung mau beli apa 😀 Tapi Alhamdulillah pesanan si kembar jaket buat mereka bisa beli disini. Kita di Platinum Mall sampai sore lalu karena ada beberapa yang menggerutu masih belum puas jalan akhirnya diajak ke Asiatique. Semacam pasar malam gitu lah, gak terlalu wow. Hanya karena sayang aja masih sore harus balik ke hotel apalagi itu adalah malam terakhir kita di Bangkok. Saya sempat beli sebuah kaos dengan motif gambar kucing disana.
Besoknya jam 9 pagi kita sudah selesai checkout dari hotel dan menuju bandara. Ayaaaa…..Seneng banget bisa ke Bangkok bareng sama teman-teman. Dan senang juga berbagi cerita dengan anda semua.Oh ya, kalau neu toko NaRaYa masuk aja gak perlu takut harga mahal meski gerainya kelihatan mewah karena ada di mall dan bandara. Sebab kalo gak beli tas di NaRaYa kayaknya bakalan nyesel deh. 😀 😀
So, yang mau ke Bangkok liburan dengan teman atau keluarga selamat menikmati ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *