Jalan-jalan ke Bangkok Part 2

Besok paginya, jam 3 ada morning call dari hotel buat bangunin kita. Jam setengah 5 pagi semua peserta sudah stay di lobby dan dibagi sandwich buat sarapan. Wahahaha..biasa makan nasi bungkus nerima sandwich sambil mikir bakalan kenyang apa enggak ? 😀
Sampai bandara kita check in dibantu sama pihak travel. Oh ya airport tax yang kita bayarkan untuk penerbangan internasional sebesar Rp. 150.000,-. Untuk catatan saja sih, kita gak dibolehin sama sekali bawa cairan lebih dari 100 ml didalam koper maupun tas yang kita bawa even itu kelihatan sama petugas bea cukai kalo cairan itu hanya sebotol air minum. Sama petugas sih dibolehin minum tapi disekitar meja mereka.
Proses chekc in maupun pemeriksaan oleh petugas bea cukai sangat tertib. Ada batas pengantri jadinya gak akan berjubel seperti kalau kita antri check in di penerbangan domestik. Mustinya penerbangan domestik juga diberlakukan antrian sistem begini deh, biar nyaman dan gak ada acara serobot menyerobot ria (pernah ngalamin dan cuman ngelus dada soalnya yang nyerobot manula, coba masih muda #hakdes )
Waktu dipesawat sama pramugari kita disodorin sebuah formulir untuk imigrasi bandara yang kita tuju. Formulir itu sih terdiri dari 2 lembar untuk keberangkatan dan kedatangan. Kita isi aja keduanya, ntar sama petugas imigrasi akan disobek mana yang diperlukan.form imigrasi thailand psc
Perjalanan dari Jakarta ke bangkok memakan waktu kurang lebih 3,5 jam. Kita memakai maskapai Air Asia yang emang terbukti murah dengan standar ekonomi banget sih. Habisnya gak ada tivi atau apa gitu. Hahaha..akhirnya tidur aja secara kita kan terbangun jam 3 pagi. Masih ngantuukkk…
Tapi sekitar 45 menit kemudian tetiba kantuk hilang karena ada bau semerbak didalam pesawat. Yeyy !! Dapet makan pagi (lagi) dipesawat. Biasanya makanan dipesawat tuh udah harganya mahal ditambah rasanya gak enak, tapi sumpah kali ini enak buuuangeett. Bukan efek laper, tapi emang asli enyaak. Baru sekali makan menu ini. Tapi next time kalo nemu resto yang jualan menu ini mau nyoba lagi ah. Yup, this is it. Nasi lemak !!
Nasi lemak
Habis makan, lanjut tidor lagi ! #ngorok

Oh ya kita mendarat di Don Muang – Bangkok bukan dibandara barunya yang bernama Suvarnabhumi. Bandaranya kecil dan jelek plus kumuh sodarah. Dan dari sini dimulailah perubahan besar kehidupan “bertoilet” disini. Gak ada aer cint !!
Sekilas Don Muang dari luar
Lanjut pemeriksaan akhir ke petugas imigrasi. Sama, antrian sangat tertib dan teratur plus sedikit lama karena petugas harus mencocokkan passport dengan wajah kita. Itu makanya petugas minta wajah kita menghadap ke kamera yang ada dimeja mereka. Trus, form isian yang kita siapkan akan mereka sobek pada bagian Arrival dan menyisakan bagian departure. Then, welcome to Thailand guys !!
Penyambutan rombongan

Masuk bis, kita disambut pemandu orang lokal dengan logat Indonesia yang sangat lucu namanya Mimi (ingat ya..namanya Mimi soalnya pada next story dia akan saya ceritakan beberapa kali) 😀
Awalnya aneh aja dengerin dia ngomong tapi beberapa hari bareng dia makin pinter aja mengartikan maksud omongan dia. Sekitar 45 menit kemudia kita sampai di rumah makan Sophia untuk lunch. Sophia ini sangat bersih guys, restoran “asli” muslim. Menunya tom yam, ikan goreng dengan siraman bumbu semacam rica-rica gitu, ayam dibumbu kari tapi tanpa kuah dengan irisan bombay buuanyak sama telor dadar. Favoritlah saya mah teteplah, telor dadar ! Tomyam nya bikin perut gak nyaman, hahaa. Masih belum terbiasa sih, mana kuahnya kental tapi asem. Kebayang sayur lodeh basi dirumah 😀
Kita sempat foto2foto disana, beberapa temen ada yang sholat dan baru deh kita lanjutkan perjalanan. Kali ini jauh, lets go Pattaya !!

See U next part ya guys…

4 thoughts on “Jalan-jalan ke Bangkok Part 2

  1. Wah,,wah serunya,,asyik ngebacanya,,aku pikir bakalan berakhir di part 2 ini,,ternyata masihada sambungannya,,hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *