Suka Suka Gue… Titik !!

Jadi pagi ini saya tergelitik menulis sesuatu yang sudah lama menjadi ganjalan hati. Yup…
Hidup dinegara Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya suka dan agama plus ditambah semboyan negara yang Bhineka Tunggal Ika, harusnya membuat manusia-manusia yang tinggal disini bisa tepo seliro dan menjunjung tinggi yang namanya toleransi. Ingat..toleransi bukan telorasin apalagi telor dinosaurus..halah !
Trus saya itu senengnya main sosmed tapi suka sebel dengan status atau komentar nyeleneh yang berhubungan dengan SARA. Ada yang seneng ngajakin temennya pindah keyakinan, ada yang merasa agamanya paling benar dan agama orang lain itu hina dina. Ada banyak juga yang tiba-tiba sakti bisa mengukur kadar keimanan orang lain hanya dari pakaian saja. Yuck !
Bukankah semua ajaran agama mengajarkan kebaikan, keindahan, kasih sayang dan penghargaan terhadap perbedaan ? Lalu ?
Yup..oknum ! Bukan agama yang salah, tapi ada oknum-oknum yang mengatasnamakan agama demi kepentingan pribadinya. Apalagi sekarang musim banget ya bullying. Ada orang yang melakukan kesalahan apalagi berhubungan dengan agama, langsung orang beramai-ramai melakukan pembully-an. Menghina, mencaci, bawa-bawa nama agama pula. Lupa sopan santun, apalagi etika. Malah jatuhnya ? Orang illfeel sama agama karena manusianya membawakannya dengan cara yang tidak baik !.
Saya pernah mendengar teman yang bercerita. Dia menikah beda keyakinan. Dia ingin suaminya menjadi seiman dengan dia. Tapi dia kesulitan menjawab ketika melihat saudara-saudara seimannya melakukan teror, membunuh dan menghancurkan dengan cara membabibuta. Buat apa agama ? Apa bagusnya ? Katanya agama itu berkat bagi alam semesta. Nah….
Belum lagi kalau kita mau melihat sosial media Instagram di salah satu artis dengan pemilik hatters terbanyak, kita bisa lihat hatters yang berkomentar pedes dan penuh amarah caci maki kebanyakan adalah ibu2 yang memakai atribut lengkap salah satu keyakinan. Lha trus, masihkah kita selalu menilai kadar iman dari baju ? Saya jadi terinspirasi dengan Cak Nun (Emha Ainun Najib), seorang tokoh budayawan yag nyeleneh dengan quotes-nya “Ukuran keberhasilan orang bukan pada sholat dan umrohnya, melainkan dari perilakunya”.

Quotes Cak Nun
Quotes Cak Nun

Bisa jadi sih saya juga pernah melakukan hal yang sama. Jadi pembully yang suka “ngenyek” seenak jidat saya sendiri. Sudah begitu baju saya ya macam orang metal, lengkaplah saya dicap sebagai manusia penuh dosa yang gak ada benarnya. Jadi, buat apa Anda membaca tulisan manusia macam saya ? Buang-buang waktu saja !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *