Pujian-pujian Saat Kecil

Banjarbaru, 09/12/2016

Saya bukannya mau bahas pujian-pujian yang saya dapat saat kecil loh yaa…*GR
Tapi bahas pujian-pujian yang suka saya suarakan saat menjelang sholat di masjid deket rumah. Biasanya dilakukan setelah azan dikumandangkan. Fungsinya ? Mengajak orang-orang untuk mau sholat jama’ah di masjid. Saya gak tau sekarang di desa tempat saya dibesarkan , yaitu di Desa Besowo kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur apakah masih berlaku hal yang sama ? Mengingat jaman sekarang orang mudah sekali menyebut sesuatu bid’ah, bahkan mengkafir-kan orang lain πŸ˜€
Yang jelas, masa kecil saya dulu saya sering didaulat untuk menyuarakan pujian-pujian itu karena dianggap bersuara bagus *uhukk…keselek :p
Karena saya sekarang tinggal di Banjarbaru – Kalimantan Selatan yang tentunya memiliki adat istiadat serta kebiasaan yang berbeda, saya bisa bilang disini gak ada hal semacam itu. Kalau saya mudik pun hanya saat menjelang lebaran. Setau saya sih masih ada anak-anak yang melakukannya sesaat sebelum sholat Tarawih dilaksanakan. Biasanya mereka melagukan niat puasa lalu disambung dengan artinya dalam bahasa jawa. Begini contohnya…

Nawaitu shouma ghodin an-adai minsyahri romadlonaa hadzihis-sanati fardlollillaahi ta’aalaa.
niat ingsun iki poso,tutug-o sedino sesuk, anekani fardhune wulan Ramadhan , Ikilah taun krana Allah ta’ala….

Tapi ada 1 pujian yang sangat membekas dalam ingatan saya, tiba-tiba saja barusan saya cerita ke sepupu saya dan menyanyikannya. Dan masih hafal !. Saya ketawa kalau ingat, but trust me… orang yang menciptakan pujian ini jiwa seninya lumayan πŸ˜‰
Pujian ini khusus untuk hari Kamis malam Jumat yaa (kalo kalian bs artiin lirik dibawah ini)

Malam jemuwah poro mayit tilik omah
njaluk kirim dongo utowo wacan fatihah
yen ora dikirim poro mayit tetangisan
mulih nyang kuburan iluhe pating dleweran

Naah…bagus kan.. ? ibarat kata nih kalo buat lirik lagu Rap masuk laah. Gak sekedar uhuk..ahak..uhuk..ahak..kayak Rapper baru yang dibilang semangka tanpa biji sama si Iwa K πŸ˜€ #eeaaaa *hastag gue salah gaul
Tapi pujian diatas bagus maksudnya, jadi kalau kita punya orang yang kita sayang tapi udah meninggal, kita diingatkan untuk tetap mendoakan mereka atau setidaknya membaca Al Fatihah buat mereka. Apalagi amal jariyah katanya salah satunya adalah anak yang soleh/solihah. Tentu saja anak yang dimaksud sering mengirimkan doa kepada orang tua-nya yang sudah meninggal. πŸ™‚
So, itu adalah sedikit cerita masa kecil saya….

Noted : Buat yang bisa terjemahin, silahkan komen :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *