Pembalutku 15 Tahun Terakhir

Saya mendapatkan menstruasi pertama saya saat berumur 15 tahun. Kelas 3 SMP…heee….beda banget sama anak-anak sekarang yang sudah mendapatkan mensruasi pertamanya bahkan saat kelas 3 SD (umur 10 tahun) !!. Maklum jaman dulu fikiran anak-anak masih bener-bener “anak” gak seperti zaman sekarang yang sudah canggih. Disamping anak-anak sekarang lebih “baik” gizi makanannya dibanding zaman dulu yang jajanannya masih kerupuk sambal dan sebagainya.

Awal saya mendapatkan menstruasi saya masih ingat menggunakan pembalut merk Lau**** karena saat itu merk tersebut yang terbaik dibandingkan merk lain yang modelnya masih sangat tebal dan gak comfort saat dipake. Belum lagi karena inovasinya dengan mengeluarkan produk yang ber”sayap” sehingga untuk pemula seperti saya yang takur bocor maka saya saat itu sangat menyukai produk tersebut.

15 Tahun berlalu, beberapa macam merk pembalut sudah saya pakai. Bahkan saya sekarang sangat ketergantungan dengan produk panty yang dipakai untuk sehari-hari karena menurut saya sangat nyaman dan terasa kering. Tapi….akhir-akhir ini banyak berita yang saya dapatkan baik dari media televisi maupun internet (red: jarang dan malas baca majalah) bahwa beberapa produk pembalut ternyata memakai bahan-bahan daur ulang diantaranya kapas dan tissue bekas yang diputihkan (baca : proses bleaching) dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Hal ini disebabkan karena pembalut adalah produk sekali pakai dan dibutuhkan oleh semua kaum hawa hampir disepanjang hidupnya. Dengan begitu banyak sekali produsen yang sangat ingin meraup keuntungan banyak meski dengan harga luar biasa murahnya. Coba bandingkan harga pembalut dengan tissue atau kapas kecantikan kita ?

Akhirnya produsen nakal mulai menyiasatinya dengan menggunakan bahan-bahan dari daur ulang yang diproses menggunakan bahan pemutih (bleaching). Dari proses bleaching tersebut muncul zat dioxin yang sering disebut sebagai pemicu munculnya penyakit pada wanita diantaranya kanker serviks (Cervical Cancer), kista, keputihan bahkan sampai mengakibatkan pengangkatan rahim.

Bagaimana zat dioxin itu bisa menjadi penyakit pada organ-organ penting wanita ? Yup…pertanyaan itu juga muncul dibenak saya. Ternyata dioxin itu adalah salah satu dari ratusan senyawa kimia beracun yang larut dalam lemak dan sangat stabil di lingkungan, sehingga bakteri di alam pun tidak dapat menguraikannya. Ketika darah haid kita┬ájatuh ke permukaan pembalut, maka zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Pertama akan mengenai permukaan vagina,kemudian diserap kedalam rahim melalui saluran serviks, lalu masuk ke uterus, melalui tuba fallopi dan berakhir di ovarium.

Sekarang yang saya mau tanyakan. Sudah yakinkah bahwa pembalut yang kita pakai tidak berbahan dasar “sampah” yang disaur ulang ? Berapa rupiah kita keluarkan uang untuk 1 bungkus pembalut ┬ádengan isi 10 lembar didalamnya ? Rp. 5.000,- atau Rp. 10.000,- ?? Hitung lagi berapa jatuhnya harga per pcs ? Dengan harga segitu, yakinkah bahan-bahan yang dipakai benar-benar “bersih” , alami atau sehat ?

Jika tidak yakin, kenapa tidak mencari produk alternatif lain yang kita yakini sehat ? Berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk menjaga kesehatan organ terpenting kita ? Memang akan ada selisih harga, tapi ingat berapa banyak penyakit “berbahaya” mengintai kita?

Yuuk….

Sebagai wanita kita mesti pintar memilih dan bersikap bijak dalam menghadapi keadaan ini. Kita hidup di zaman modern yang banyak orang menghalalkan segala cara. Tapi jika kita mampu memilih 1 hal dalam hidup kita yang terbaik dan dijamin (bergaransi) kita patut dapatkan meski dengan harga berbeda pula.

AVAIL

Jawabannya ada di pembalut/ panty Feminine Comfiort bio Sanitary Pads dari AVAIL. Produk ini 100% berasal dari kapas asli (bukan daur ulang) dan mengandung bahan herba berkhasiat untuk menghilangkan keputihan bahkan yang sudah akut sekalipun.

 

Be stronger lady’s….

 

Love U All

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *