Color of Love

14 tahun lalu saya pernah diajak seseorang untuk duduk-duduk disebuah foodcourt mall di Malang-Jatim. Saat itu saya sedang kursus D1 disebuah lembaga pendidikan yang lumayan terkenal di kota Malang. Kebanyakan mahasiswa mahasiswi disana adalah pelarian karena gagal dalam UMPT (SMPTN sekarang) dan daripada menjadi pengangguran dan sampah masyarakat dikampungnya, jadilah kami kuliah D1 (saya tetap menganggap itu kursus komputer) :D. *Saya doang kali yang merasa begitu..hihihi.
duduk berdua
Balik ke awal lagi. Seseorang yang mengajak saya duduk-duduk dan menikmati segelas jus alpukat dengan gelas tinggi dan hiasan susu coklat adalah teman baik saya. Kami duduk dikursi deretan pinggir dengan pemandangan lantai dasar mall tersebut. Ada sebuah pameran mobil dasana. Saya sudah lupa pameran mobil apa, yang jelas mobil yang dipamerkan berwarna warni.
Kami duduk berhadapan, sesekali memandang ke arah pameran sambil ngobrol.
Him : Kamu lihat pameran mobil dibawah..
Me : hmm……
Saya menoleh kearah pameran yang terkesan sedikit lengang.
Me : emang kenapa ?
Him : banyak macam warnanya ya.
Me : hooh..
jawab sekenaku sambil menikmati jus alpukatku
Him : cinta itu seperti warna vik, cintaku pada ibuku berwarna putih, ke bapakku berwarna biru, ke adik-adikku berwarna merah, ke saurada dan teman berwarna hijau…. Gak mungkin dalam dunia ini orang hanya mencintai 1 orang saja. Pasti banyak orang-orang yang kita cintai didunia ini.
Me : hmm…
jawabku masih acuh karena menikmati keramaian mall.
Him : pernah lihat gak orang didunia ini yang hanya menyukai 1 warna saja ?
Me : adalah..ada yang tergila-gila sama warna pink sampai baju, sepatu, tas semua berwarna pink.
Him : tapi dia pasti menyukai laut yang berwarna biru, menyukai rumput yang berwarna hijau, menyukai mawar yang berwarna merah…bener gak sih ?
Me : iya juga sih….
Him : dan sebenarnya, aku juga menyukai satu warna. Warnamu….
Me : ooh….
Aku tertawa terkekeh (owalah nembak aku toh ternyata).
Me : truss…
Him : ya tolong fikirkan saja jawabannya
Aku terbahak sedikit memaksa karena hati saya berbunga-bunga bercampur geli. Untung warna kulit saya gelap sehingga pasti gak akan kelihatan rona wajah saya.
Me : oke, saya gak bisa jawab sekarang. Nanti saya jawab…
Him : kasih kepastian kapan karena warnamu keburu pudar…hehehe..
Dia mengambil gelas isi minumannya sambil memandang saya.
Me : besok pagi..
Sembari menunduk karena tiba-tiba saja malas memandang wajahnya yang membuat saya jadi gemetar.
Him : oke..
Dia menghela nafas. Segaris kekhawatiran ada diwajahnya. Dia pasti kuatir ditolak. Ah..dasar cowok, berani nembak ya resikonya siap ditolak. Beberapa saat lamanya kami hanya diam dan masing-masing dari kamu tidak saling memandang lagi.
Tiba-tiba jus alpukat didepan saya tidak menarik lagi. Kerumunan orang di mall juga tidak membuat saya ingin mengamatinya. Saya menatap lantai dasar tempat pameran. Lalu saya bilang ke dia..
Me : saya suka mobil merah, kamu mau beliin sekarang ?
Dia terbahak dan mengajak saya kembali pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *