Traveler Kepepet

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 4 April jam 3 pagi saya dan suami memulai perjalanan dari rumah kami di Banjarbaru Kalsel menuju Samarinda Kaltim. Yihaaa……ini adalah our my first time to having long journey di tanah Borneo.
Suami saya sih udah pernah trip lewat darat dari Banjarbaru ke Samarinda, Sampit, Pangkalanbun bahkan ke Pontianak. Saya baru sekali ini. Bayangan saya…yihaaa…. “bolos” kerja. Hhahaa..meskipun sebenarnya saya ke Samarinda juga setengah kerja karena diminta untuk antar kendaraan inventaris cabang yang disana.
Dari rumah perjalanan sedikit tersendat karena kami harus cari ATM sebab lagi gak pegang uang cash sama sekali. Hihihi.. Udah gitu saya gak mandi tapi karena kedinginan sama AC mobil akhirnya suami harus rela berkali-kali belok ke SPBU untuk toilet time. Alhamdulillah banget lo hidup di Indonesia, SPBU ada toiletnya. Keinget pas di Bangkok kudu nahan pipis gegara macet dan gak ada SPBU yang sediain toilet !! Mampuss lu..hahhaa
Sampai di Kandangan sekitar setengah 6 masih sangat pagi. Azan subuh baru berkumandang. kami sempat mampir ke warung pinggir jalan untuk membeli beberapa botol minuman dan snack temen ngemil dijalan. Saya sempat ngomel-ngomel dijalan gegara lupa gak bawa bantal. Hahah…niatnya nemenin suami tapi malah ngomel pas gak bawa bantal. Istri durhaka 😀
Sekitar jam 8 pagi kami sampai di Kota Tanjung Kabupaten Tabalong dan sempat mampir juga di masjid agung Balangan ( daerah Paringin). Ni masjid gede banget, udah gitu kamar mandinya jauuuuuh dibelakang masjid yang terlihat masih baru dibangun. Sangking jauhnya, pas balik ke tempat mobil diparkir udah kerasa kebelet pipis lagi.lol

Didaerah ini pembangunan sangat pesat, jangan salah. Justru karena didaerah ini banyak pengusaha tambang batubara jadi sarana umum sepertinya sangat diperhatikan. Masjid, jalan, sekolah pada bagus-bagus semua. Ada hotel Aston juga disini. Sepertinya bintang 4 ni hotel. Letaknya juga cukup strategis didekat simpang 3 yang menuju ke 2 arah kota besar yang berbeda. Ke kanan menuju Panajam ke kiri arah Muara Teweh. Kami berbelok ke arah kanan. Setelah 1 jam perjalan dari pertigaan tersebut kami baru menemukan perbatasan Kalsel dengan kaltim, then the real journey is begin 😀
Perjalanan lumayan terasa berat dan menurut saya sih akhirnya bener-bener berat. Jalanan mulai lobang sana sini dan berkelok-kelok macam perpaduan jalan cadas pangeran (JABAR) dan Ngantang (JATIM). Udah gitu bukit jurang di kiri kanan jalan. Gak mungkin sopir selevel saya dipercaya buat nyetir sama suami, hah !

Jalan menuju ke Penajam
Jalan menuju ke Penajam

Pusing, mual, laper, gak ada pemandangan bagus plus gak ada warung yang “pantes” membuat saya memutuskan untuk ambil kamera DLSR yang sebelumnya duduk manis di jok tengah. Kalo dipake tidur malah gak bener nih >,< Apesnya lagi karena ini mobil baru saya lupa gak bawa flashdisk isi lagu ataupun koleksi MP3 dari rumah. Jadilah Abang Judika sampai capek nyanyi ratusan lagu untuk mengurangi rasa penat saya. [caption id="attachment_475" align="alignleft" width="300"]Melewati beberapa perkebunan kelapa sawit Melewati beberapa perkebunan kelapa sawit[/caption]
Sopir gue tercintaahh <3 Sopir gue tercintaahh <3[/caption] Maunya sih saya mendokumentasikan berapa jarak tempuh dan waktu selama perjalanan, tapi ada daya malas.... Mungkin untuk jarak tempuh bisa dilihat di www.tiket-info.blogspot.com Yang jelas sekitar jam 2 siang kami sudah sampai di pelabuhan Penajam. Next kita naik kapal feri tanpa harus mengantri. Hanya butuh sekitar 40 menit untuk menyeberang. itupun karena kapal feri nya very-very slow. Masih butuh waktu sekitar 3 jam menuju Samarinda. Perut keroncongan meski sudah diganjal sebungkus lemper dan kopi didalam feri tadi. Jadinya saya merengek pengen beli bakso 😀 Entah didaerah apa. saya menemukan masjid dengan gaya chinese yang unik. Suami sempet berfoto disana, lucu jadinya kita kayak di mana gitu. Sampai Samarinda udah menjelang magrib. Sudah terlihat senja dilangit dan lampu-lampu kota Samarinda mulai terlihat cantik dari seberang sungai Mahakam. Suamipun segera membawa saya ke guest house yang terletak didepan Big mall yang keihatan masih gress di jalan Untung Suropati untuk sejenak beristirahat. Apa aja yang saya lakukan di Samarinda ? See u next story !!

Jalan-jalan Ke Bangkok Part 5 (akhir)

Hari terakhir judulnya adalah City of Bangkok !
Karena kita tour perusahaan, hari terakhir kita dibagi kostum seragam. Ijo meen. Oh ya kunjungan kita kali ini adalah ke Wat Arun, ke Gem Factory, Istana Raja (Grand Palace), ke sebuah perusahaan pengolahan kulit (untuk tas, dompet, aksesoris, dll), dan terakhir adalah ke Platinum Mall.

wat arun temple
wat arun temple

Wat Arun adalah sebuah candi yang ketika kita kesana harus menyeberangi sungai menggunakan perahu. Candinya sih bagusan Borobudur kemana-mana, tapi selalu ada kelebihan dibalik kekurangan kan ? Candi ini memiliki tingkat kecuraman tangga yang tinggi. Saya phobia sama ketinggian jadi saya bagian potoin suami dan teman-teman lain saja. Hiks… Trus kerennya lagi di Wat Arun ada tempat belanja satu-satunya yang bisa menerima rupiah sebagai pembayarannya. Karena saya mikir ntar di Platinum saya mau belanja gila-gilaan jadilah di Wat Arun saya belanjain duit rupiah saya. Gantungan kunci untuk oleh-oleh murah disini. Isi 10 pcs ada yang hanya seharga 40 rb saja. Kalau dalam baht 100 (kurs saat itu 1 baht = 370 rupiah) tapi karena rupiah ya dibulatin aja jadi 40 rb. Saya beli beberapa gantungan kunci, tas ransel dari bahan songket dengan motif gajah buat si kembar dan saya sendiri (biar kembar 3), dan beberapa kaos untuk tambahan dari belanja sebelumnya pas perjalan pulang dari Pattaya. Saya sempet ketemu sama kucing ! Istri bos teriakin saya, eh Titip ini ada kucing. Kamu kan suka kucing. Hahaha..yep, kucing persian itu emang lucu tapi sedikit kotor karena dibiar berkeliaran bebas.???????????????????????????????
Setelah itu pas perjalan pulang dari Wat Arun saya lihat dipinggir sungai banyak ikan patin gede-gede. Mereka dikasih makan remahan roti yang dijual sama warga sekitar sungai situ. Kalau di Indonesia udah dijaring trus dimasak itu. Hahhaa
ikan di sungai wat arun
ikan di sungai wat arun

Habis menyeberang kembali ke parkir bis saya sempet nikung ke orang yang jualan delima. Habis delimanya merah merona menggoda. Bu Bos juga ikut-ikutan tertarik padahal tour guide sudah teriak-teriak untuk cepat naik bisa yang diparkir dipinggir jalan.
Sayangnya kita gak mampir di kuil yang ada patung budha tiduran panjaaaaang itu. Yaah..padahal saya mupeng pengen poto disitu 🙁
Ke Gems Factory saya sempet terpesona sama seragam petugasnya. Bagusnya pemerintah disini adalah mereka mewajibkan turis yang masuk ke Bangkok melalui travel agent negara mereka mengunjungi tempat wisata yang dikelola oleh negara. Gems Factory ini semacam pendulang batu permata yang dikembangkan secara modern. Ketika tour disini kita naik kereta dan disuguhi diorama yang menceritakan proses dan awal mula terjadinya bebatuan mulia juga proses industrinya. Kalau yang udah pernah main ke Trans Studio, mirip sama petualangan si Bolang. Ahaha..gak seru. Tapi jadi seru karena dalam rombongan kami ada yang sangat takut dengan gelap jadinya dibully oleh teman rombongan lain dengan jeritan ala mak lampir…iiiiihh..hihihihihi…aduuuh !
Di Gems Factory saya cuman numpang lewat aja di tokonya. Mahal mameen…lagian di Martapura deket rumah saya banyak juga kok kalau mau beli (kalau punya duit >,<) Times to Grand Palace. Wiiii..kita masuk rumah raja Thailand nih. Istna rajanya sama sih kayak keraton Yogjakarta gitu. Aturannya masuk kesini gak boleh pake sendal jepit dan harus pakai pakaian yang sopan. Jadi celana pendek dan tanktop dilarang masuk. Didalam Grand Palace ada sebuah kuil Budha yang semuanya terbuat dari emas. Kalau masuk kedalam harus lepas alasa kaki dan tidak boleh menggunakan kamera. Saya sih masuk, suasana hening karena yang masuk kesana kebanyakan untuk sembahyan. Saya sempet ditegur oleh salah satu pengunjung yang membawa bunga untuk sembahyang untuk melepas topi. Upps...maaf lupa. Tapi saya sempat foto dibagian luarnya 🙂 Cuaca panas hari itu, dan saya lupa gak pakai sunblock ! Perfect -_- [caption id="attachment_447" align="alignleft" width="300"]Grand Palace Thailand Grand Palace Thailand[/caption]
Ketempat pengolahan kulit saya juga tidak ada minat untuk masuk, hanya turun dari bus untuk ke toilet saja. Habisnya harganya gila-gilaan. Tas ada yang seharga 12 jeti padahal modelnya ya gitu-gitu aja.
Next kita makan siang dan lanjut ke Platinum Mall. Belanjaaa….
Sangking ruwetnya saya malah bingung mau beli apa 😀 Tapi Alhamdulillah pesanan si kembar jaket buat mereka bisa beli disini. Kita di Platinum Mall sampai sore lalu karena ada beberapa yang menggerutu masih belum puas jalan akhirnya diajak ke Asiatique. Semacam pasar malam gitu lah, gak terlalu wow. Hanya karena sayang aja masih sore harus balik ke hotel apalagi itu adalah malam terakhir kita di Bangkok. Saya sempat beli sebuah kaos dengan motif gambar kucing disana.
Besoknya jam 9 pagi kita sudah selesai checkout dari hotel dan menuju bandara. Ayaaaa…..Seneng banget bisa ke Bangkok bareng sama teman-teman. Dan senang juga berbagi cerita dengan anda semua.Oh ya, kalau neu toko NaRaYa masuk aja gak perlu takut harga mahal meski gerainya kelihatan mewah karena ada di mall dan bandara. Sebab kalo gak beli tas di NaRaYa kayaknya bakalan nyesel deh. 😀 😀
So, yang mau ke Bangkok liburan dengan teman atau keluarga selamat menikmati ya !

Jalan-jalan Ke Bangkok Part 4

Pattaya – Bangkok day 2

Pagi jam 7 kita sudah sarapan. Cuaca gerimis tapi hampir semua orang malah nekat ke pinggir pantai pattaya yang sempat kami nikmati semalam.

Narsis didepan hotel Pattaya
Narsis didepan hotel Pattaya

Pantai Pattaya
Pantai Pattaya

Setelah sebelumnya sampai Pattaya hanya melihat banci show di Colosseum, hari ini kita menjelajah Pattaya dari pagi sampai sore.
Tujuan pertama adalah Floating Market Pattaya. Oh ya, masih gerimis ya dan saya masih tetap memakai sun block ! hihihi..
Ini pasar terapungnya orang Thai, tapi sumpah kerenan pasar terapung Lok Baintan di Banjarmasin ketimbang disini. Soalnya disini tuh mirip pasar yang dibangun diatas kolam buatan gitu. Kalau di Lok Baintan kan pedagang dan penjual sama-sama naik perahu, sensasinya lebih wow ! 😀 Tapi setidaknya, saya sangat menikmati makan ketan mangga yang fenomenal itu. Rasanya ? Enak, ketan dengan kuah santan campur susu dan irisan mangganya lumer dimulut dengan rasa yang emang belum pernah saya rasain.

Floating Market Pattaya
Floating Market Pattaya

Souvenir yang dijual di Floating Market
Souvenir yang dijual di Floating Market

Ini durian Bangkok yang ukurannya 2x lipat dari Duren Montong
Ini durian Bangkok yang ukurannya 2x lipat dari Duren Montong

Dari Floating Market kita lanjut ke tempat pertunjukan gajah. Aaarrghh..saya sama sekali gak bisa menikmatinya. Gimana enggak gajah-gajah disini dilatih jadi pinter tapi dengan cara menyiksa mereka. Pawangnya pada megang tongkat dengan ujung besi lancip, kasiaan.. Saya hanya melihat kerumunan orang dari jauh tanpa berminat mendekat. Tapi diakhir acara justru suami yang ngeyel antri untuk bisa foto bareng gajah. Duenk !

Safari World Thailand
Safari World Thailand

Habis tu masih dihari yang sama, kita makan siang dan foto-foto ditaman bunga diarea tersebut lanjut ke Laser Budha yang terkenal itu. Konon katanya karena di Thailand orang senang sekali membangun gedung, jalan dan sebagainya sampai bukit dan gunung diratakan. Salah satu pemuka agama Budha akhirnya punya ide untuk membuat lukisan Budha dengan laser kemudian dilapisi emas. Keren cint, suka disini. Soalnya ini kerasa tempat wisata alami. Soalnya dari awal sampai sebelum kesini kan kita mengunjungi tempat wisata buatan. Ya, meski ini juga buatan tapi kelihatan megah gitu. Pas dari Laser Budha udah hampir sore kita pun balik ke Bangkok. Praktis kita cuman semalam aja nginep di Pattaya dan pindah hotel dikota Bangkok.
Laser Budha Pattaya
Laser Budha Pattaya

Perjalanan kali ini lebih lama karena kita berhenti disalah satu toko oleh-oleh dijalan antara Pattaya-Bangkok. Pelayan toko disini bisa bahasa Indonesia dan lumayan lengkap untuk oleh-oleh jenis makanan. Saya sempat beli abon cumi pedas, dan juga beliin Nestea (thai tea instant) pesanan adik saya. Sempet juga seluruh rombongan di traktir bos makan es kelapa muda bakar khas Thailand. Dagingnya bisa lepas dari batok kelapanya dengan sekali tarik. Mantaap ! Oh ya, toilet disini toilet jongkok dan ada aernya. Hahhaa..sesuatu pokoknya bisa nemu toilet dengan air :p

Kelapa Bakar Thailand
Kelapa Bakar Thailand

Perjalanan kembali ke Bangkok kali ini lebih lama dibandingkan saat berangkat sebab macet dimana-mana. Semua rombongan nahan pipis, suami saya malah sedikit emosi soalnya sopir gak ada usaha buat nyari tempat pemberhentian sementara. Tapi susah juag sih, disana pom bensin gak nyediain toilet umum kayak di Indonesia. Hahahaa…
Kata suami saya, I love Indonesia bangeeett !

Tujuan berikutnya adalah Siam Discovery Center. Bukan belanjaaa..mall disini branded semua barangnya, cuman numpang ke toilet trus masuk ke Madame Tussaud. Akhirnya, bisa juga foto ama patung-patung lilin yang terkenal itu. Setelah itu kita makan malam disalah satu resto dengan hiburan penyanyi ala Elvis Presley dan lanjut menuju The Landmark Bangkok Hotel. Kata tour guide kita hotel ini bintang 4, jadi kami diminta cek setiap kamar agar semua fasilitas disediakan sama mereka. Anehnya pihak hotel dengan semena-mena merubah kamar kita dari daftar yang dikirim oleh pihak travel lalu diurutkan dengan abjad (emang sekolah !) . Akhirnya beberapa kami yang harusnya mendapatkan bed double ketuker sama twins termasuk saya dan suami ! Gubraak… Beberapa orang komplain tapi saya sudah sangat ingin menikmati kasur. Tak apalah saya berdempetan sama suami di kasur twins, toh dulu pas pengantin baru ngontrak dikamar kecil kasur kita juga ukuran single. Wkwkkww…
Jadilah malam itu saya tepar dengan sempurna meski beberapa teman ngajak kita jalan-jalan malam disekitar hotel. Capek mamitaaaaaaa !

Madame Tussaud
Madame Tussaud

Madame Tussaud
Madame Tussaud

Jalan-jalan Ke Bangkok Part 3

Kali ini judulnya Pattaya edition !!

Masih inget kan dengan ceritaku di part 2 kemarin. Setelah selesai makan siang di Sophia Moslem Restaurant kita melakukan perjalanan jauh dari kota Bangkok ke Pattaya. Kurang lebih sekitar 3 jam perjalan barulah kita sampai di Pattaya. Oh ya sepanjang perjalanan masih sering saya temukan rumah-rumah dan warung-warung yang mirip banget seperti di Indonesia. Beberapa ruas jalan dibawah jalan yang kita lewati (disana banyak sekali fly over sih), jalanan banyak yang becek, banjir bahkan masih dalam tahap pengerjaan. Sedikit semrawut juga sih, dan macet dibeberapa tempat.
First destination kita adalah di Big Bee. Ini adalah peternakan lebah yang cukup terkenal disana. Konon produknya juga sampai eskpor dibeberapa negara. Kita diterangkan sama orang diperusahaan itu yang kebetulan emang orang Indonesia beberapa produk madu dan kegunaan. Madu diolah gak hanya untuk makanan tapi juga untuk beberapa macam kosmetik. Beberapa teman saya sih beli madu, tapi saya beli es krimnya saja. Hihihi..cuman 50 baht, dan enak !!. Habis foto-foto lanjut deh perjalanan.

Perusahaan madu Big Bee Pattaya
Perusahaan madu Big Bee Pattaya

Nectar Lebah yang rasanya enak
Nectar Lebah yang rasanya enak

Kali ini kita menuju ke Colloseum !! Mimi bilang, ini adalah banci show. Tiket udah di booking, gak boleh telat. Sayaaaang !.
Tapi sebelum show dimulai, kita diajak masuk ke sebuah kafe didalam area Colosseum, kirain mo ditraktir boss. Ternyata si bos kasih kejutan buat menantunya yang ultah hari itu. Dibawaain kue tart sama 2 bidadari cantiiikk, tapi sayangnya banci. Hihihi..
Surprise boss Colosseum Pattaya
Surprise boss Colosseum Pattaya

Banci show mengingatkan saya pertunjukan di Trans Studio. Mirip siih, pake kostum warna warni blink blink gitu. Bedanya adalah semua pemeran cewek disini bencong bo !. Padahal sumpah mereka tuh cantiknya maksimal lho. Seksi-seksi juga. Kata Mimi, mereka semua sudah melakukan operasi. Operasi atas dan potong bawah. Whoootttt ? Hahahaa… Pantesaaan pake bikini minim juga gak keliatan aneh bawahnya. Upppss !!! 😀
colosseum pattaya

???????????????????????????????

???????????????????????????????
Habis lihat pertunjukan ini sekitar jam setengah 8 malam. Kalau di trans studio para pemeran pertunjukan boleh diajak foto bareng gratis, kalau disini bayar. Jadilah saya langsung nyelonong masuk ke bus. Next destination adalah hotel untuk makan malam dan tidur !.
Hotel kita adalah A-One Hotel yang letaknya berseberangan dengan pantai Pattaya. Makanan disini enak, ayam panggang ma ssop buntutnya yummy. Kata temen-temen susi sama saladnya juga enak. Saya mah ambil nasi ma sayur aja deh. Habisnya tadi siang makan di Sophia Tom Yam nya gak nyaman diperut. Jadi pas malam kelaparan tingkat dewa.
Habis makan pada kekamar masing-masing buat mandi. Pengennya tidur apa daya suasana pantai malam hari yang kelihatan pas masuk hotel tadi menggoda iman. Jadilah kita jalan-jalan malam. Pake sendal hotel pulak !!

Pattaya Beach
Pattaya Beach

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????
Mencicipi jajanan pinggir jalan khas thailan, banana pancake dan rujak buah. Harganya cuman 50 baht dan saya bawa duit selembar senilai 2000 baht. Hahhaa, songong banget kan :p
Jalan-jalan dipantai Pattaya malam hari mirip kayak di legian bali. Beberapa hotel, kafe, minimarket, toko-toko kecil yang berjualan baju dan perlengkapan renang, juga jajanan kaki lima seperti yang saya cicipin tadi juga ada semacam penjual bakso tapi yakin 1000% pasti babi.
Hampir jam 12 kita balik hotel buat tidur, hufft. Nyamannya kaki akhirnya bisa selonjor. Besok lanjut jalan-jalan lagi ah !

Jalan-jalan ke Bangkok Part 2

Besok paginya, jam 3 ada morning call dari hotel buat bangunin kita. Jam setengah 5 pagi semua peserta sudah stay di lobby dan dibagi sandwich buat sarapan. Wahahaha..biasa makan nasi bungkus nerima sandwich sambil mikir bakalan kenyang apa enggak ? 😀
Sampai bandara kita check in dibantu sama pihak travel. Oh ya airport tax yang kita bayarkan untuk penerbangan internasional sebesar Rp. 150.000,-. Untuk catatan saja sih, kita gak dibolehin sama sekali bawa cairan lebih dari 100 ml didalam koper maupun tas yang kita bawa even itu kelihatan sama petugas bea cukai kalo cairan itu hanya sebotol air minum. Sama petugas sih dibolehin minum tapi disekitar meja mereka.
Proses chekc in maupun pemeriksaan oleh petugas bea cukai sangat tertib. Ada batas pengantri jadinya gak akan berjubel seperti kalau kita antri check in di penerbangan domestik. Mustinya penerbangan domestik juga diberlakukan antrian sistem begini deh, biar nyaman dan gak ada acara serobot menyerobot ria (pernah ngalamin dan cuman ngelus dada soalnya yang nyerobot manula, coba masih muda #hakdes )
Waktu dipesawat sama pramugari kita disodorin sebuah formulir untuk imigrasi bandara yang kita tuju. Formulir itu sih terdiri dari 2 lembar untuk keberangkatan dan kedatangan. Kita isi aja keduanya, ntar sama petugas imigrasi akan disobek mana yang diperlukan.form imigrasi thailand psc
Perjalanan dari Jakarta ke bangkok memakan waktu kurang lebih 3,5 jam. Kita memakai maskapai Air Asia yang emang terbukti murah dengan standar ekonomi banget sih. Habisnya gak ada tivi atau apa gitu. Hahaha..akhirnya tidur aja secara kita kan terbangun jam 3 pagi. Masih ngantuukkk…
Tapi sekitar 45 menit kemudian tetiba kantuk hilang karena ada bau semerbak didalam pesawat. Yeyy !! Dapet makan pagi (lagi) dipesawat. Biasanya makanan dipesawat tuh udah harganya mahal ditambah rasanya gak enak, tapi sumpah kali ini enak buuuangeett. Bukan efek laper, tapi emang asli enyaak. Baru sekali makan menu ini. Tapi next time kalo nemu resto yang jualan menu ini mau nyoba lagi ah. Yup, this is it. Nasi lemak !!
Nasi lemak
Habis makan, lanjut tidor lagi ! #ngorok

Oh ya kita mendarat di Don Muang – Bangkok bukan dibandara barunya yang bernama Suvarnabhumi. Bandaranya kecil dan jelek plus kumuh sodarah. Dan dari sini dimulailah perubahan besar kehidupan “bertoilet” disini. Gak ada aer cint !!
Sekilas Don Muang dari luar
Lanjut pemeriksaan akhir ke petugas imigrasi. Sama, antrian sangat tertib dan teratur plus sedikit lama karena petugas harus mencocokkan passport dengan wajah kita. Itu makanya petugas minta wajah kita menghadap ke kamera yang ada dimeja mereka. Trus, form isian yang kita siapkan akan mereka sobek pada bagian Arrival dan menyisakan bagian departure. Then, welcome to Thailand guys !!
Penyambutan rombongan

Masuk bis, kita disambut pemandu orang lokal dengan logat Indonesia yang sangat lucu namanya Mimi (ingat ya..namanya Mimi soalnya pada next story dia akan saya ceritakan beberapa kali) 😀
Awalnya aneh aja dengerin dia ngomong tapi beberapa hari bareng dia makin pinter aja mengartikan maksud omongan dia. Sekitar 45 menit kemudia kita sampai di rumah makan Sophia untuk lunch. Sophia ini sangat bersih guys, restoran “asli” muslim. Menunya tom yam, ikan goreng dengan siraman bumbu semacam rica-rica gitu, ayam dibumbu kari tapi tanpa kuah dengan irisan bombay buuanyak sama telor dadar. Favoritlah saya mah teteplah, telor dadar ! Tomyam nya bikin perut gak nyaman, hahaa. Masih belum terbiasa sih, mana kuahnya kental tapi asem. Kebayang sayur lodeh basi dirumah 😀
Kita sempat foto2foto disana, beberapa temen ada yang sholat dan baru deh kita lanjutkan perjalanan. Kali ini jauh, lets go Pattaya !!

See U next part ya guys…