A Little Palembang Inside

Okay, this is about Palembang ala Vee…

Sebelumnya, share dikit.  Entah mengapa takdir membawa saya keluar pulau jawa dan selalu didaerah selatan pulau tersebut. Tahun 2007 jejak langkah pertama saya menginjak tanah bukan pulau jawa adalah di Gowa Sulawesi Selatan. Then tahun 2008 takdir membawa saya menginjakkan kaki dikota Banjarbaru-Banjarmasin-Kalimantan Selatan. Dan….lagi-lagi garis hidup memaksa saya harus tinggal dikota ini. Yach..kota terbesar di pulau sumatera setelah Medan apalagi kalau bukan kota Palembang-Sumatera Selatan.

Masih ingat pelajaran sejarah yang sering sekali menyebutkan Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan pertama di Indonesia. Yup, right!!. Kerajaan Sriwijaya yang terkenal itu dulunya berdiri dikota ini. Kalau mau lebih banyak tentang sejarah kota ini, klik saja disini –> Palembang!

Kota ini masih sama seperti kota lain diluar jawa pada umumnya. Masih banyak saya temukan penduduk pendatang dari jawa! Hahaha, gak salah kalo ada humor bahwa Indonesia  terdiri dari 1 pulau yaitu pulau  Jawa! Sebab orang jawa selalu ada dimana2…hahahaha. Itulah hebatnya orang jawa, terlalu padat penduduknya  jadi mau gak mau musti hijrah untuk mencari lahan kosong diluar pulau jawa.

Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Kota ini datar,jadi jangan harap bisa menemukan gunung disini dan sangat jauh dari laut sehingga saya kadang kangen berat sama yang namanya pantai…hehehe

Kebetulan tempat saya tinggal sekarang ada di kabupaten Banyuasin dan jalan depan tempat saya tinggal merupakan jalan utama yang menghubungkan Jambi dan Lampung. Menggunakan bahasa pengantar bahasa pelmbang meski tak bisa dipungkiri banyak penduduk pribumi yang menguasai bahasa jawa dengan baik. Tentu saja agama mayoritas disini adalah Islam, tapi tak sedikit pula yang beragama Kristen, Katolik dan ada juga yang menganut Konghucu karena warga disini mayoritas adalah keturunan Tionghoa.

Ampera

Penduduk disini senang sekali berdagang. Hampir disemua tempat disini dibangun ruko atau rukan. Dengan UMR yang hampir sama dengan kota Bandung yaitu 1.110.000-an harga-harga bahan pokok dan sandang termasuk tinggi padahal berada pada pemetaan Indonesia bagian barat bukan Indonesia Timur. Menurut saya, kota ini juga tak begitu banyak punya daerah wisata. Hanya ada Jembatan Ampera, Sungai Musi, dan selebihnya hanya pusat-pusat perbelanjaan dan hotel-hotel mewahnya. Hanya saja karena akan dipakai sebagai tempat Sea Games XXVI maka dibangunlah Sekolah Tinggi Olah Raga, Stadion dan Wisma Atlit di kawasan Jaka Baring. Dan begitu hebatnya kontroversi dibalik pembangunan ini, banyak orang yang datang kekota ini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat bagaimana tempat yang akan dipakai Sea Games itu nanti.

Wisma Atlit

Kawasan Jaka Baring sebelum dibangun sarana olah raga menjelang Sea Games sebenarnya sudah sangat terkenal untuk warga sekitar sebagai pusat Pasar buah-buahan. Jangan kaget kalau anda bisa temukan durian dengan harga 5000 perak / buah. Dan selain durian tentu saja ada banyak ragam buah-buahan lainnya, hanya saja pembelian minimal ditetapkan banyaknya. Selain Pasar Buah Jakabaring anda bisa temukan pusat pasar terbesar di Sumatera Selatan yaitu Pasar 16 ilir yang berlokasi di pinggiran Sungai Musi dan berada tepat dibawah Jembatan Ampera. Dari pasar 16 ilir ini saat malam anda bisa menikmati indahnya Jempatan Ampera yang dihiasi warna-warni lampu. Tapi ketika anda datang pada hari minggu siang sekitar jam 1-an anda akan sangat menyukai suasana ramai depan pasar 16 Ilir yang dipakai untuk pasar baju bekas impor dari luar negeri dengan harga murah (kita bisa sebut pasar cabok-cakar bongkar). Dan pasar ini hanya buka beberapa jam saja, makanya ramainya luar biasa karena waktu terbatas dan hanya buka seminggu sekali saja. Kalaupun toh tidak niat membeli, anda bisa sangat menyukai suasananya sambil duduk di kursi-kursi semen yang banyak disediakan disekitarnya sambil makan pempek asli palembang..hhmmm yummy…

Oh ya untuk makanan, tentu saja pempek adalah makanan khas Palembang yang terkenal seantero Indonesia. Tapi sebenarnya menurut saya, ada yang lebih khas dan enak untuk disantap yaitu Pindang Tulang. Disediakan diwarung-warung pinggir jalan hanya dengan harga 15.000-25.000/ porsi, anda bisa menikmatinya disore hari karena pindah tulang ini dimasak hampir menyerupai soto tapi kuahnya bening tanpa kunyit (pakai jahe potongan yang cukup banyak) dan bumbu rempah-rempahnya yang sangat terasa dan satu lagi yang membuat saya menyukai kuliner ini. Ada cabe utuh didalamnya, so rasanya pedas mak nyoss…hehehehe..ngiler nih ^^

Sayangnya, disini jalan raya masih sangat ruwet. Pengendara kendaraan bermotor sangat tidak mematuhi aturan lalu lintas dan cenderung tidak punya ketika. Makanya kalau punya kendaraan musti langsung diasuransikan biar gak benjut dibelakang hari. Sebab meski kita sudah hati-hati tapi kalau pengendara lain yang ceroboh tetap saja kita kena imbasnya.

Hmm…mungkin info ini more than enough buat anda yang mungkin ingin jalan-jalan ke kota ini. See u @ my next trip yahhh :-*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *